FK, Warga Desa Humusu Wini Soroti Ketidaktransparanan Dana Desa oleh Kades Petrus Kolo. Dugaan ini disampaikan pada Sabtu, 28 Desember 2024 oleh salah seorang warga Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dalam keterangannya kepada media, warga yang enggan disebutkan namanya menyoroti pengadaan pipa air bersih pada tahun 2019 dengan anggaran sekitar Rp300 juta. Proyek tersebut bertujuan menyalurkan air dari Desa Manamas ke Desa Humusu Wini agar masyarakat mendapatkan akses air bersih. Namun, warga menilai penggunaan anggaran tersebut tidak transparan.

“Dari tahun 2019 hingga kini, masyarakat membayar iuran pemanfaatan air bersih sebesar Rp30.000 per bulan. Jika dikalikan dengan jumlah sekitar 3.000 penduduk, anggaran yang terkumpul sangat besar. Kami ingin tahu, dana tersebut digunakan untuk apa?” ujar warga.

Sorotan Pengelolaan Exca Bantuan Kementerian

Selain pengelolaan dana air bersih, warga juga mempertanyakan penggunaan anggaran terkait bantuan alat berat (exca) dari Kementerian RI pada tahun 2021. Menurut warga, setiap kali alat berat digunakan, masyarakat dikenakan biaya. Namun, aliran dana tersebut tidak pernah dijelaskan secara rinci.

“Kami meminta Kepala Desa transparan dalam pengelolaan anggaran, baik untuk air bersih maupun exca. Kami juga mendesak dinas terkait untuk segera mengaudit keuangan desa dan meminta pihak kepolisian melakukan pemeriksaan,” tegas warga.

Tanggapan Kepala Desa Humusu Wini

Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Desa Humusu Wini, Petrus Kolo, menjelaskan bahwa dana pemanfaatan air bersih hanya digunakan untuk perbaikan fasilitas, bukan untuk hal lain.

“Anggaran yang diperoleh dari masyarakat tidak sebesar yang disebutkan. Warga membayar Rp20.000 per bulan, bukan Rp30.000. Uang tersebut digunakan untuk perbaikan fasilitas air bersih. Sementara untuk exca, biaya yang dibayarkan oleh masyarakat digunakan untuk bahan bakar dan perawatan alat,” kata Petrus Kolo.

Namun, Petrus Kolo mengakui bahwa tidak semua warga rutin membayar iuran, sehingga anggaran yang terkumpul tidak optimal.

Tuntutan Warga untuk Audit Transparansi

Masyarakat mendesak agar pengelolaan dana desa, baik terkait proyek air bersih maupun alat berat exca, diaudit secara menyeluruh oleh dinas terkait. Mereka berharap langkah ini dapat memberikan kejelasan dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah desa dalam menggunakan dana yang bersumber dari rakyat.

Kasus dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana desa di Humusu Wini menjadi sorotan penting. Audit keuangan dan pemeriksaan oleh pihak berwenang dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan penggunaan dana desa sesuai dengan aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.