BELU – Kini Memasuki awal Tahun Baru 2026, sejumlah Veteran Seroja yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Belu mendatangi Markas Kepolisian Resor (Polres) Belu. Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan kejelasan penanganan laporan dugaan tindak pidana penipuan, pemerasan, dan penggelapan yang telah dilaporkan sejak pertengahan tahun 2025, namun hingga kini dinilai “macet” di meja penyelidik.

Inilah Salah satu pelapor, Leandro Duarte (75), Veteran Timor Timur dengan Nomor Pokok Veteran (NPV) 21.169.121, mengatakan laporan terhadap Ketua DPC LVRI Kabupaten Belu, Stefanus Atok Bau, telah disampaikan sejak 17 Juni 2025, namun belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

“Kami datang ke Polres Belu hari ini untuk menanyakan sudah sejauh mana laporan kami ditangani. Sudah tujuh bulan, tetapi tidak ada informasi,” kata Leandro Duarte kepada wartawan di Polres Belu.

Leandro menjelaskan, dirinya bersama empat orang sesama Veteran Seroja telah melaporkan Stefanus Atok Bau atas dugaan penipuan, pemerasan, dan penggelapan terkait Surat Keputusan (SK) Tunjangan Veteran. Ia mengaku telah diperiksa penyidik, termasuk istrinya Leopoldina De Jesus dan anaknya Buci da Costa, pada Juni 2025 lalu.

“Polisi sudah ambil keterangan saya dan keluarga, tapi setelah itu seakan-akan diam. Kami tidak tahu apakah terlapor sudah dipanggil atau belum,” ujarnya.

Leandro mengaku merasa dirugikan karena SK Tunjangan Veterannya diduga ditahan oleh terlapor. Ia menyebut, Stefanus Atok Bau pernah menunjukkan SK tersebut, namun meminta uang sebesar Rp6.500.000 untuk menyerahkannya.

“Saya sudah cek langsung ke MIVET di Kupang, dan SK tunjangan saya ternyata sudah terbit sejak tahun 2012. Karena SK itu ditahan, saya tidak bisa menerima tunjangan veteran sebesar Rp1.200.000 per bulan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Leandro mengklaim kehilangan pendapatan tetap selama sekitar 150 bulan, dengan total kerugian mencapai Rp180 juta. Ia berharap Polres Belu dapat menangani perkara ini secara profesional dan tanpa pandang bulu.

Selain Leandro Duarte, kasus serupa juga dilaporkan oleh Moses Asa (77), Veteran Seroja Non-TNI.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.