Oehalo, TTU,Sabtu, 2 Agustus 2025-
Enam unit rumah yang dibangun melalui Dana Desa pada tahun 2021 di Desa Oehalo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), hingga kini belum rampung dan dinilai tidak memberikan asas manfaat bagi masyarakat. Hal ini menuai protes dari warga setempat yang mendesak agar pihak pemerintah desa bertanggung jawab atas proyek yang dinilai mangkrak tersebut.
Salah satu warga Desa Oehalo yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada media ini bahwa mereka menuntut pertanggungjawaban dari Kepala Desa Oehalo, khususnya terkait pembangunan enam rumah yang tak kunjung selesai.
“Kami minta Kepala Desa Oehalo bertanggung jawab atas enam pembangunan rumah yang mangkrak dan tidak bermanfaat sama sekali bagi masyarakat,” ujar warga tersebut saat ditemui di Desa Oehalo pada Sabtu (2/8/2025).
Menurut penjelasannya, proyek pembangunan rumah itu dilaksanakan pada tahun 2021 dengan total anggaran sebesar Rp372.000.000 yang bersumber dari Dana Desa, dengan masing-masing rumah dianggarkan sebesar Rp62.000.000.
Saat itu, yang menjabat sebagai Kepala Desa Oehalo adalah Goris Muti. Namun, menurut warga, proses pengerjaan pembangunan tidak dilakukan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Akibatnya, proyek tersebut tidak berjalan dengan baik dan tidak dapat dimanfaatkan oleh penerima manfaat.
“Kami sudah koordinasi dengan Kepala Desa Oehalo yang baru, Bapak Dolfinanus Buatefa, S.Sos, namun beliau menyatakan tidak mau bertanggung jawab atas pembangunan enam rumah tersebut,” ujar warga tersebut.
Lebih lanjut, warga menduga bahwa sisa anggaran dari pembangunan tersebut turut dikelola oleh kepala desa saat ini. Oleh karena itu, masyarakat berharap agar pemerintah desa saat ini tidak lepas tangan dan turut bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah ini.
Menanggapi hal tersebut, saat dikonfirmasi oleh media ini, Kepala Desa Oehalo, Dolfinanus Buatefa, S.Sos, menyampaikan bahwa dirinya sedang sibuk dan meminta wartawan untuk datang langsung ke kantor desa.
“Adik, sementara saya masih sibuk. Adik bisa langsung datang saja ke kantor desa biar sekalian lihat fisiknya. Baik, adik, sementara saya masih sibuk. Nanti saya konfirmasi balik,” ujar Dolfinanus singkat.
Warga berharap agar instansi terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten segera turun tangan untuk menindaklanjuti proyek mangkrak tersebut, agar dana desa yang digelontorkan benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

