Kasus pengeroyokan ini melibatkan empat pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk saat menyerang korban. Akibatnya, Rotri mengalami luka serius, termasuk cedera di kepala, dada, serta gigi yang tergoyang.
Keluarga korban menilai adanya indikasi penghambatan proses hukum dari pihak-pihak tertentu. Mereka juga meminta transparansi penuh dari pihak Puskesmas terkait hasil visum. “Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai ada manipulasi dalam hasil visum yang dapat merugikan kami sebagai korban,” ujar Rotri.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat TTU, yang mendesak agar aparat penegak hukum bertindak cepat dan transparan dalam menyelesaikan perkara ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Oelolok belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

