Selain itu, dia menyatakan bahwa Kabupaten Malaka, selama pemerintahan Bupati dokter Stef Bria, adalah contoh pertama dari daerah yang berhasil mempertahankan dokter spesialis karena anggaran yang konsisten dan fasilitas yang memadai.
“Banyak dokter bersedia menetap di Malaka karena fasilitas dan dukungan anggarannya itu sangat jelas. Jika insentif dan fasilitasnya sama, orang tentu lebih memilih daerah yang aksesnya lebih baik, seperti Bali,” bebernya.
Namun di sisi lain, Agus menyayangkan absennya dokter anestesi di RSUD Tc. Hillers saat pasien dalam kondisi kritis membutuhkan penanganan.
“Apapun alasannya, meninggalkan tugas dalam situasi kritis adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Harus ada sanksi yang tegas dan setimpal agar ada efek jera. Ini penting, supaya tidak terulang kembali di masa depan,” tegasnya.
Agus berharap kejadian tragis ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi bagi seluruh pemerintah daerah agar lebih serius dalam menjamin layanan kesehatan dasar yang layak bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

