“Ia benar-benar hidup sesuai dengan motonya, Pertransiit Benefaciendo—ia berjalan sambil berbuat baik,” tambah Agus Nahak.
Pernyataan Agus itu memperkuat kesan yang telah lama terpatri di hati umat: bahwa kehadiran Uskup Turang bukan hanya di altar dan mimbar, tetapi juga nyata dalam kehidupan umat sehari-hari.
Jenazah Uskup Agung Emeritus Petrus Turang disemayamkan di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, dan dijadwalkan akan dimakamkan secara resmi pada Selasa, 8 April 2025. Ribuan umat dan tokoh masyarakat dari seluruh NTT dipastikan akan hadir memberikan penghormatan terakhir kepada gembala yang telah 27 tahun memimpin Keuskupan Agung Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

